TEORI KEBUTUHAN MASLOW


     Teori kebutuhan Maslow (dalam Robbins, 2003 :.223) mengidentifikasi lima tingkat kebutuhan yaitu physiological needssafety needs, social needsesteem needs, dan self-actualization needs.

  1. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan manusia yang paling mendasar yang meliputi kebutuhan akan makanan, minum, perlindungan (pakaian dan perumahan) dan kebutuhan jasmani lainnya. Perusahaan harus memuaskan kebutuhan jasmani karyawannya melalui pemberian upah.
  2. Kebutuhan keamanan merupakan kebutuhan akan keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.
  3. Kebutuhan sosial merupakan kebutuhan untuk bersosialisasi dan beramah tamah dengan orang lain yang meliputi pertemanan dan rasa saling memiliki. Perusahaan dapat memenuhi kebutuhan ini melalui pembentukan tim olah raga, pesta, dan peringatan atas hari-hari besar tertentu. Sementara supervisor dapat membantu memenuhi kebutuhan sosial ini melalui pemberian perhatian secara langsung kepada karyawan.
  4. Kebutuhan akan penghargaan merupakan kebutuhan yang mencakup factor rasa hormat internal seperti harga diri, otonomi, dan prestasi. Selain itu, juga faktor hormat eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian. Perusahaan dapat memenuhi kebutuhan akan harga diri ini dengan melakukan penyesuaian antara pekerjaan dengan kemampuan dan keahlian karyawan. Sementara supervisor dapat membantu memenuhi kebutuhan akan harga diri ini dengan menunjukkan bahwa hasil kerja karyawan tersebut diakui dan dihargai oleh perusahaan.
  5. Kebutuhan akan aktualisasi diri merupakan kebutuhan karyawan untuk menunjukkan kepribadian khusus seseorang, dengan mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. Kebutuhan ini dapat berupa keinginan seseorang untuk menghasilkan sesuatu yang dapat diakui oleh umum bahwa hasil karyanya sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat atau orang lain. Supervisor dapat membantu memenuhi kebutuhan ini dengan memberi kepercayaan kepada karyawan untuk melakukan tugas yang memberi tantangan sehingga karyawan tersebut akan mengeluarkan semua potensinya (bakat).

     Maslow memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan yang lebih tinggi dan lebih rendah. Kebutuhan fisiologis dan rasa aman digambarkan sebagai kebutuhan tingkat bawah (lower-order needs); kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri dikategorikan sebagai kebutuhan tingkat atas (higher-order needs).

    Begitu setiap kebutuhan terpenuhi, kebutuhan berikutnya menjadi dominan. Dari sudut motivasi, teori Maslow ingin mengatakan bahwa meskipun tidak ada kebutuhan yang benar-benar terpenuhi seutuhnya, sebuah kebutuhan yang pada dasarnya telah terpenuhi tidak lagi memotivasi. Jadi bila ingin memotivasi seseorang, harus memahami tingkat hierarki di mana orang tersebut berada saat ini dan fokus untuk memenuhi kebutuhan pada tingkat tersebut atau di atas tingkat tersebut.

   Perbedaan antara kedua tingkatan tersebut didasarkan pada dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara internal (di dalam diri seseorang), sementara kebutuhan tingkat bawah secara dominan dipenuhi secara eksternal (oleh hal-hal seperti imbalan kerja, kontrak serikat kerja, dan masa jabatan). Pada dasarnya kesimpulan yang bisa ditarik dari teori kebutuhan Maslow adalah dalam masa kecukupan ekonomi hampir semua karyawan tetap akan menginginkan kebutuhan tingkat bawahnya benar-benar terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s